SENTUHAN KECIL, MANFAAT BESAR

Oleh: Paulus Bambang WS.

Sudarno, namanya sederhana. Ia rela saja dipanggil Sudar atau Darno. Baginya apa artinya nama, yang penting ia dikenal. Pribadi yang murah senyum ini, berprofesi ‘driver’ Taxi kelas eksekutif – mobilnya Mercedes kelas E. Walaupun posisi ini diraihnya dengan keringat, karena tidak serta merta tetapi harus lulus dalam berbagai prasyarat yang tidak mudah, ia tetap Darno yang dulu pernah mangkal di berbagai tempat sebagai supir – kali ini saya sengaja membedakan dengan panggilan driver – taxi kelas biasa.

Minggu sore, 27 Oktober 2013, ia mengantar saya dan istri pulang dari Bandara Soeta ke Kelapa Gading. Dengan ramah ia membantu memasukkan bagasi dan dengan sopan ia bertanya tentang tujuan dan seperti layaknya driver kelas eksekutif. Saya belum merasa sentuhan yang berbeda.

Baru setelah duduk, saya melihat ada hal yang menarik yakni ‘battery charger’ untuk berbegai merk smart phone yang disiapkan di bagian belakang. “Pak Darno, apa ini peralatan standar ?”, saya bertanya karena belum pernah melihat hal serupa padahal saya adalah pengguna setia taxi ini ketika ke dan dari bandara. “Bukan Pak, saya tambah sendiri’, katanya dengan senyum. “Maksudnya, Bapak beli dan pasang sendiri?’. ‘Tidak Pak, saya minta teknisi radio yang ada selama 24 jam membantu saya. Ya sekedar sepuluh ribu maka semua terpasang cepat dan rapi’, katanya lagi.

‘Saya sering mendengar pelanggan kehabisan battery karena keasyikan ngobrol di tengah kemacetan Jakarta sehingga pembicaraan penting terputus. Ada yang membawa batere cadangan, tapi banyak yang tidak mempersiapkan dengan baik. Saya pasang hal kecil ini agar pelanggan bisa terus berkomunikasi dan bahkan men’charge’ teleponnya’, katanya antusias.

‘Wah, Bapak sangat perhatian ya. Ini hal kecil tapi sangat penting di saat genting’, saya memberi motivasi.

“Apa pernah ada yang ketinggalan karena kelupaan teleponnya sedang di ‘charge’?, saya bertanya lagi.

‘Pernah Pak, saking asyiknya bertelpon dengan yang satu, ia lupa dengan telepon lain yang sedang ia ‘charge’. Selang tiga puluh menit ia sadar, lalu menelpon ke handphone yang terselip, padahal saya sudah mengingatkan untuk melihat barangnya agar tidak ketinggalan. Lalu kita janjian ketemu di suatu tempat’, ujarnya dengan bangga.

Pak Darno, sadar hal kecil ini, yang harganya tidak seberapa katanya, sangat dibutuhkan orang lain. Ia tidak pernah berpikir hal ini akan mengurangi listrik di mobil atau tambahan biaya. Baginya, manfaat buat pelanggan lebih besar dibandingkan dengan sedikit kerepotan membeli dan memasang alat kecil ini.

Lain Pak Darno, lain pula Pak Prasetyo. Rekan dari Denpasar ini senantiasa menyediakan berbagai obat di kopor kecilnya. ‘Untuk persiapan kalau Bapak kena sakit?, saya bertanya sambil berpikir ia mungkin sedikit paranoid. “Tidak Pak, untuk orang lain siapa tahu membutuhkan obat-obat ini’, katanya lagi sambil menyodorkan entrostop satu strip berisi sepuluh biji yang sedang kami butuhkan karena semalaman istri saya diare. Ia sedang menuai buahnya, obatnya dibutuhkan istri saya bukan oleh dirinya.

Ah, andaikan semua orang berpikir sedemikian. Menyiapkan hal kecil di mobil, ruangan, tas kita bukan untuk kita sendiri tapi untuk orang lain. Kita membawa, extra power bank, dengan tujuan siapa tahu ada rekan yang membutuhkan ketika kita sedang berjalan bersama. Atau membawa obat tambahan ketika berdinas luar kota, dengan tujuan siapa tahu berguna bagi rekan lain yang kena penyakit.

Bukankah hidup ini berbahagia, kalau kita bisa menjadi berkat buat sesama. Tidak hal besar tapi melalui hal kecil, perlengkapan kecil yang tidak memberatkan dan acapkali dianggap sepele orang lain. Dengan tambahan satu tas kecil, Anda sudah bersiap menjadi malaikat penolong bagi orang lain. Mudah bukan, tapi siapa yang mau repot? Di jaman yang egois dan egosentris ini, orang semacam Pak Darno dan Pak Pras sudah semakin langka. Jangankan memikirkan orang lain, memikirkan kebutuhan sendiri saja masih banyak yang lupa.

Tapi, kita bisa memilih jadi pribadi yang berbeda bukan?

3 Comments
  1. Mus Budiarto 2 years ago

    sangat memberkati dan menginspirasi.. tks tuk artikelnya.

    • kim san 2 years ago

      Terima kasih Pak Mus, kiranya yg lain juga dapat diberkati dengan men share artikel ini.

  2. Siuheri 2 years ago

    Artike yang Memberkati , Menginspirasi dan memberi kami teladan sebagai sosok Pak Paulus yang Glory Leader , kirim terus ya pak artikel nya

Leave a reply

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

Log in with your credentials

Forgot your details?