Mats Tunehag (versi 18 April 2017)
Runtuhnya Uni Soviet
Masih ingat dengan Uni Soviet? Itu adalah negara komunis dengan ekonomi perencanaan terpusat. Pelanggaran hak asasi manusia adalah hal yang lazim, dan tidak ada kebebasan untuk bertindak di dunia kerja. Saya ada disana dan menyaksikan sendiri negara yang tidak berfungsi normal itu. Itu seperti patung raksasa dengan landasan dari tanah liat, dan raksasa itu memang akhirnya runtuh dan hancur dari dalam pada bulan Desember 1991.
Satu negara menjadi 15 negara. Satu mata uang menjadi 15 mata uang. Satu sistem ekonomi yang megah dari luar dan tidak berfungsi remuk dan 15 bangsa baru harus menggalan kekuatan kembali dan mencoba menyesuaikan diri terhadap ekonomi global yang berdasarkan pasar.
Perjalanan Pribadi saya kedalam BSM
Setelah kejatuhan Uni Soviet saya melanjutkan perjalanan saya dan bekerja di Asia Tengah, terutama di negara dengan akhiran “stan”: Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Tajikistan, dan seterusnya. Tentu saja, ada perubahan geo-politik dan gejolak, tapi ada banyak perubahan yang lain juga. Banyak organisasi Kristen dari seluruh dunia yang datang ke wilayah itu. Kemudian, kami menyaksikan sejumlah besar orang dari latar belakang Musllim yang menjadi pengikut Yesus.
Pada saat yang sama ada pertumbuhan eksponensial dari angka pengangguran dan setengah pengangguran. Ini terjadi pada skala yang kebanyakan dari kita sulit bayangkan. Dengan ini, datang pula berbagai jenis masalah sosial. Bagaimana kita sebagai pengikut Yesus dapat meresponi kebutuhan ini? Ada kebutuhan yang mendesak untuk pekerjaan. Tapi gereja-gereja dan organisasi misi tidak mengutus orang-orang yang paling cocok untuk menghadapi tantangan ini- orang bisnis.
Jadi pada pertengahan 90an kami mulai mencari cara-cara dimana kami dapat berhubungan dengan, memperlengkapi, dan menghubungkan orang-orang Kristen di dunia bisnis dengan kebutuhan dan kesempatan di wilayah Asia Tengah. Kami mendirikan Central Asia Business Consultation dan menjalankannya selama 10 tahun. Pelajaran yang kami dapatkan, termasuk mengembangkan metode dan jaringan untuk mendengar, mempelajari, membagikan, dan menghubungkan, adalah dasar dari pengembangan tanki pemikir global untuk Bisnis Sebagai Misi.
Pembantaian Etnis di Rwanda
Perubahan besar kedua yang terjadi adalah pembantaian etnis di Rwanda pada tahun 1994. Jika kriteria kesuksesan kami satu-satunya adalah jumlah dan pertumbahan gereja baru, Rwanda mungkin adalah kisah sukses utama dalam sejarah gereja dan misi.

Dalam kurun 100 tahun Rwanda berubah dari 0 ke sekitar 90 persen dari populasi nya yang menjadi anggota dari berbagai gereja. Namun pada musim semi 1994 sekitar satu juta orang dibunuh dalam kurun waktu hanya beberapa bulan. Ini benar-benar adalah orang Kristen yang membunuh orang Kristen lainnya. Rwanda memiliki orang di gereja, tapi tidak ada gereja didalam orang-orang. Injil belum mentransformasi hubungan etnis, politik, atau media.
Apa Misi Kami?
Kejadian-kejadian tragis ini memaksa saya untuk mengevaluasi kembali misi kami. Apakah misi dari gereja? Bagaimana kami dapat melayani orang dan bangsa, dan bergerak kearah transformasi menyeluruh, percaya bahwa Allah dapat mentransformasi individu dan komunitas, gereja-gereja dan bangsa-bangsa? Apa artinya untuk menjadi seorang Kristen di dunia kerja? Bagaimana kita dapat menjalankan bisnis sebagai misi, hukum sebagai misi, pendidikan sebagai misi, dan perencanaan kota sebagai misi? Bagaimana kita dapat melayani Allah dan kebaikan bersama? Apa artinya hal tersebut secara praktis dan apa saja pelajaran yang didapatkan dari mencari syalom dan kemakmuran untuk kota-kota dan bangsa-bangsa (seperti tertulis di Yer. 29)? Bagaimana kita dapat mengukuhkan, memperlengkapi, dan mengirim orang-orang bisnis untuk mempraktekkan karunia menciptakan kekayaan mereka bagi bangsa-bangsa?
Awal dari BAM di Kitab Kejadian
BSM bukanlah sebuah fenomena modern atau sebuah ide yang baru. Allah adalah wirausaha yang pertama. Bisnis adalah sesuatu yang sangat manusiawi dan ilahi. Menjalankan bisnis mencerminkan siapa Allah itu dan siapa diri kita. Allah adalah Sang Pencipta; Dia bekerja dan menciptakan hal-hal yang baik bagi Dirinya dan orang lain. Allah tritunggal menciptakan dalam komunitas untuk komunitas, yang termasuk Adam dan Hawa.
Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, karenanya kita mampu menciptakan hal-hal yang baik- produk dan jasa. Sama seperti Allah melakukan kendali mutu di akhir dari setiap penciptaan / hari produksi, dan menemukan bahwa produk-produk tersebut baik adanya, kita harus berjuang untuk keunggulan dalam bisnis. Allah memerintahkan Adam dan Hawa untuk bekerja di taman itu; dengan menabur satu benih, mereka dapat memanen dua puluh. Maka mereka menjadi terlibat dalam proses nilai tambah. Mereka menerima hasil yang baik dari investasi mereka (ROI) dan mendapat keuntungan.
Pekerjaan, kreativitas, proses nilai tambah, keuntungan, ROI, pengembangan produk, kendali mutu, dan melayani kebaikan bersama – dasar-dasar bisnis- semua dapat ditemukan di pasal pertama dari Alkitab. Permulaan dari BSM ada pada kitab Kejadian.
Menemukan Kembali Akar Alkitabiah dan Hubungan Sejarah
Kita selalu perlu di persimpangan sejarah dan gereja global. Kita perlu belajar dari mereka yang telah pergi sebelum kita dan menghubungkan diri dengan orang lain disekeliling dunia hari ini. Kita bukanlah orang yang pertama dalam sejarah yang menjalankan bisnis bagi Allah dan kebaikan bersama. Berikut ini adalah beberapa contoh.
Pengusaha wanita yang cerdik dalam Amsal 31 melakukan penilaian pasar, investasi yang menguntungkan, dan menggunakan keuntungan untuk menumbuhkan bisnisnya, dan dia memberi untuk amal. Dia menyediakan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan. Ayat 31 menyimpulkan bahwa pekerjaan dan dampak yang dia berikan lewat bisnis adalah hal yang terpuji dan patut diakui.

Kabar baik yang mentransforamsi menyebar disepanjang Jalur Sutera ketika para pengikut Yesus melakukan bisnis. Kita dapat belajar dari orang-orang Moravians dan para Quakers. Keluarga Cadbury (merk cokelat) menjalankan bisnis selama banyak generasi, dengan berbagai sasaran akhir untuk banyak pemangku kepentingan.1 Hans Nielsen Hauge (1771 – 1824) sangat berperan dalam kebangkitan rohani di Norwegia sembari juga mempengaruhi proses industrialiasi di negara itu.2
BSM adalah perjalanan untuk menemukan kembali, mirip dengan era reformasi dimana ada dorongan untuk kembali ke sumber alkitab – ad fontes. Kita harus mengejar pemahaman yang lebih mendalam dari kebenaran Alkitab dan menerapkannya hari ini.
Pernyataan Martin Luther adalah pengingat akan asal sejarah dari BSM: “Seorang tukang sepatu, seorang pandai besi, seorang petani, semuanya memiliki pekerjaan dan jabatan masing-masing, dan mereka semua sejajar dengan pendeta yang dikuduskan atau uskup, dan setiap orang lewat pekerjaan atau jabatannya harus memberi manfaat dan melayani setiap orang lain, lewat cara ini banyak jenis pekerjaan dapat dilakukan bagi kesejahteraan tubuh dan roh dari komunitas, sekalipun saat semua anggota melayani satu sama lain.” 3
Penciptaan Kekayaan, Membagi, dan Menimbun
Kita bukanlah orang Kristen yang hanya melakukan usaha sosial. Kita diberi mandat untuk membawa dampak positif untuk berbagai sasaran akhir bagi berbagai pemangku kepentingan, dan Allah harus selalu termasuk didalamnya. Bisnis Sebagai Misi bukanlah sebuah teknik. Itu adalah sebuah cara pandang dan gaya hidup. Itu adalah tentang mengikut Yesus di dunia kerja, sampai ke ujung bumi; itu adalah tentang mengasihi Allah dan melayani orang lewat bisnis.
Ketika kita menjalankan bisnis, kita menciptakan kekayaan – tidak hanya kekayaan finansial, tapi juga kekayaan sosial, budaya, intelektual, dan spiritual. Alkitab bicara tentang kekayaan dalam tiga cara: penciptaan kekayaan, membagi dan menimbun. Perbuatan terakhir itu dikecam. Membagi kekayaan adalah tindakan yang dianjurkan dan seringkali difasilitasi oleh lembaga sosial dan gereja, tapi tidak akan ada kekayaan yang bisa dibagi sebelum kekayaan itu diciptakan. Penciptaan kekayaan adalah karunia ilahi; Allah berkata bahwa Dia memberikan kemampuan untuk menciptakan kekayaan. (Ul . 8:18)
Mari kita lihat konteks dari pernyataan ini dalam kitab Ulangan pasal delapan. Bangsa Israel telah dibawa keluar dari Mesir dan sebentar lagi akan memasuki Tanah Perjanjian. Allah memberitahu mereka apa saja yang bisa diharapkan dan apa yang harus dilakukan. Dia secara jelas menyatakan bahwa ada prospek bisnis yang bagus di bidang pertambangan dan agrikultur. Mereka diingatkan untuk mengambil kesempatan-kesempatan tersebut. Sebagai hasilnya, kekayaan akan tercipta. Tapi kemudian muncul sebuah bahaya, atau lebih tepatnya, dua jebakan potensial.
Yang pertama, Allah berkata bahwa ada risiko kalau mereka akan berpikir dan mengatakan bahwa mereka sendirilah yang telah menciptakan kekayaan, dan tidak mengakui Tuhan didalamnya. Inilah yang mengawali ayat 18. Jadi Allah mengingatkan mereka bahwa Dialah yang memberikan karunia dan kemampuan untuk menciptakan kekayaan.
Yang kedua, penciptaan kekayaan ditaruh didalam konteks Perjanjian. Allah memasuki sebuah perjanjian dengan Abraham dan keturunannya bahwa Dia akan memberkati mereka supaya mereka dapat memberkati orang lain – baik secara lokal maupun global. Tapi, bisa dikatakan bahwa berkat adalah lebih dari sekedar kata-kata. Memberkati orang lain berarti menciptakan berbagai jenis kekayaan dan kemudian, membagi kekayaan tersebut. Ini adalah bagian dari Perjanjian. Dan kita tidak boleh melupakan Allah – sang inisiator dari Perjanjian itu.
Proses penciptaan kekayaan, yang dilakukan lewat bisnis, harus mempertimbangkan baik Allah maupun orang lain. Kita harus selalu memiliki sasaran ganda ini: melakkukan bisnis bagi Allah dan kebaikan bersama. Itu akan membuat perbedaan. Nuh dan anak-anaknya memulai proyek pembangunan besar dengan cara pandang ini dan itu mengakibatkan keselamatan umat manusia dan ciptaan lainnya. Proyek pembangunan yang tidak kalah mengagumkannya adalah menara Babel. Namun Allah dikeluarkan dari proyek ini, dan, karena dibangun diatas motivasi untuk kepentingan sendiri, berakhir pada runtuhnya struktur sosial.
Karunia dan panggilan untuk menciptakan kekayaan adalah lebih dari sekedar pemberian pinjaman mikro atau sebuah bisnis berukuran kecil atau menengah. Ini adalah tentang membangun bangsa, dan mengusahakan kesejahteraan bagi kota-kota.
“Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang diangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel: Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya. Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” (Jer. 29)
Disini bangsa Israel berada dalam pembuangan. Mereka berada di sebuah negara yang tidak mereka pilih. Tapi mereka tidak boleh hanya duduk dan menggerutu, sekedar bertahan hidup, atau mengasingkan diri dalam upacara dan pertemuan keagamaan. Tidak, mereka diperintahkan untuk memulai usaha, mengembangkan ekonomi lokal, dan dengan demikian berjuang untuk syalom. Syalom adalah seluruh hubungan yang dipenuhi dengan integritas. Bisnis adalah tentang hubungan dengan pelanggan, klien, pemasok, staff, komunitas, kota, dan lingkungan. Usahakanlah syalom dengan semua rekan dan organisasi ini, sembari Anda mengusahakan untuk menciptakan kekayaan dan kemakmuran bagi kota-kota dan bangsa-bangsa.
Paus Francis menulis: “Bisnis adalah pekerjaan yang mulia, diarahkan untuk menghasilkan kekayaan dan meningkatkan dunia. Ia dapat menjadi sumber kemakmuran untuk wilayah dimana ia beroperasi, terutama jika ia melihat penciptaan lapangan kerja sebagai bagian utama dari pelayanannya kepada kebaikan bersama.” 4
Minggu E–) Senin
BSM adalah sebuah cara pandang, yang dibentuk oleh Alkitab, dan melihat kreativitas dalam bisnis sebagai potensi untuk menolong orang dan masyarakat. Itu termasuk mengukuhkan, memperlengkapi, dan mengutus orang bisnis kedalam pelayanan.
Tapi pemisah antara dunia sekuler dan kudus begitu mengakar dalam gereja-gereja kita dan pemikiran kita sebagai orang Kristen diseluruh dunia.
Pasu Yohanes Paulus II berkata bahwa “tidak bisa ada dua hidup yang paralel secara bersamaan: Di satu sisi, yang disebut kehidupan “rohani”, dengan segala nilai dan tuntutannya; dan disisi yang lain, yang disebut kehidupan “sekuler”, yaitu, hidup dalam keluarga, pekerjaan, dalam hubungan sosial, dalam tanggung jawab kehidupan umum dan dalam budaya. … percabangan ini antara iman yang begitu banyak orang miliki dan kehidupan sehari-hari mereka pantas untuk diperhitungkan sebagai salah satu dari kesalahan paling serius di jaman kita”. 5

BSM bukan hanya sekedar perubahan kecil dalam teknik bisnis kita. Tapi juga tentang menyelaraskan pemikiran kita dengan pandangan Alkitab tentang pekerjaan dan bisnis. BSM adalah tentang menghubungkan hari Minggu dengan Senin. Apapun yang kita percayai dan akui di gereja di hari Minggu harus membimbing sasaran bisnis dan aktifitas kita pada hari Senin. Allah menginginkan hal itu dan dunia pun menginginkan hal itu.
BSM– sebuah pergerakan modern dengan akar dan cakupan global
Adalah alami dan mudah untuk berfokus pada masa hidup kita dan konteks geografis sekitar kita. Tapi sebagai orang Kristen kita perlu berdiri di persimpangan sejarah dan seluruh dunia. Sejarah adalah sejarah milikNya; ada sebuah narasi besar dari penciptaan, kejatuhan, dan penebusan. Dan narasi itu memiliki perspektif global – karena Allah begitu mengasihi dunia ini.
Karena itu kita tidak boleh melupakan atau memutuskan diri dari asal kita. Ingat bahwa Yesus adalah seorang Yahudi dan Martin Luther adalah seorang Katolik. Sekalipun ada keterlibatan yang tinggi di kegerakan BSM oleh Kristen evangelis, BSM tidak terbatas pada golongan itu saja. Itu juga bukanlah terbatas secara teologi, konsep, sejarah, atau penerapan Protestan atau evangelis saja.
BSM pada akhirnya berakar pada siapa Allah dan siapa diri kita yang diciptakan sesuai gambar dan rupaNya. Melalui Alkitab kita belajar tentang kekudusan pekerjaan dan karunia dan perintah untuk menciptakan kekayaan. Kita bisa membaca tentang bagaiaman orang-orang yang takut akan Tuhan menjalankan bisnis mereka dengan dampak yang positif bagi orang dan komunitas di sekitar mereka.
Sepanjang sejarah – di seluruh penjuru dunia – terdapat contoh-contoh dari orang yang membentuk bisnis bagi Allah dan kebaikan bersama. Kegerakan BSM adalah bagian dari ini, sebuah kelanjutan. Tapi kami memiliki sebuah tanggung jawab di masa dan jaman ini, untuk tertanam dalam Firman dan sejarah, dan untuk terhubung dengan orang lain secara kebangsaan, wilayah, dan global, sebagaimana kami menjallankan bisnis seperti untuk Tuhan dan melayani orang.
Karena “orang percaya yang awam memiliki tanggung jawab untuk berada di garis depan untuk mencari solusi atas masalah yang sangat serius yaitu meningkatnya angka pengangguran; … untuk membangkitkan bentuk baru dari kewirausahaan dan untuk melihat kembali sistem perdagangan, keuangan dan pertukaran teknologi.”6
BSM lebih besar dari BSM
Bisnis Sebagai Misi adalah sebuah istilah dari bahasa inggris (Business as Mission). Namun kegerakan ini lebih besar daripada istilahnya dan tidak terbatas pada bahasa inggris. Jika Anda men-Google Business as Mission, Anda akan mendapatkan banyak hasil. Tapi itu tidak memberi Anda gambaran yang tepat tentang sifat beragam dan global dari kegerakan BSM. itu hanya akan memberi anda gambaran tentang program BSM dalam bahasa inggris. Ada 6000 bahasa lain di dunia. Dan itu hanya menggambarkan berbagai inisiatif BSM tersebut, yang telah memilih untuk mempublikasikan dirinya, dan memasarkan diri mereka.
Sebagai contoh, dua dari inisiatif BSM besar di dunia beroperasi dalam bahasa Korea7 dan bahasa Indonesia. Dan BSM juga berbicara dalam bahasa mandarin – ada organisasi BSM yang berlokasi di Hong Kong yang telah menerbitkan banyak materi BSM dalam bahasa mandarin, baik versi tradisional maupun sederhana.8

Indikasi lain dari cakupan internasional BSM, adalah materi BSM yang tersedia dalam paling sedikit 17 bahasa berbeda: Arab, Bahasa Indonesia, Mandarin, Belanda, Inggris, Farsi, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Korean, Portugis, Rusia, Spanyol, Swedia, Turki, dan Vietnam.9
BSM – Kegerakan
20 tahun yang lalu kami tidak dapat bicara secara kredibel tentang sebuah kegerakan BSM global. Hari ini, oleh karena anugerah Allah, kami bisa melakukannya. Tanki pemikir global BSM yang pertama tank (2003 – 2004) dan makalah Lausanne tentang BSM (2004)10 telah menolong mendorong sebuah pemahaman global bersama akan konsep tersebut.
Itu berusaha untuk menjawab bagaimana bisnis dapat:
· Melayani orang;
· Menyelaraskan diri dengan tujuan Allah;
· Menjadi pengurus yang baik atas planet ini, dan
· Menghasilkan keuntungan.
Ini seringkali disebut sebagai empat sasaran utama. Kami memiliki sasaran atas dampak yang positif secara ekonomi, sosial, lingkungan, dan kerohanian, yang mengarah pada transformasi menyeluruh atas orang dan komunitas – untuk kemuliaan yang lebih besar bagi Allah. Kami terutama prihatin kepada orang-orang yang paling miskin dan tidak pernah mendengar kabar Injil di dunia.
Proses tanki pemikir global yang kedua (2011 – 2013) meningkatkan hubungan, menciptakan jejaring global dari pemain kunci dalam lingkungan BSM, dengan orang-orang dari setiap benua.
Tanki pemikir BSM memiliki sekitar 30 kelompok kerja yang bekerja bersama secara nasional, regional, dan internasional. Para pemimpin dari kelompok-kelompok ini dan para pemimpin BSM lainnya secara umum, sekitar 80 orang, bertemu pada acara Leaders’ Forum di bulan April 2013 di Thailand.
Kemudian terjadi perkumpulan global terbesar orang-orang dengan kapasitas sosial dan intelektual di lingkungan BSM. lebih dari 550 orang dari 40 negara datang ke kongress BSM di bulan yang sama. Kongress tersebut bekerja sama dengan Pameran Dagang BSM, yang dilaksanakan tepat setelahnya dan dihadiri oleh 200 peserta..
Tanki pemikir BSM ini (2003 – 2004 dan 2011 – 2013), proses-proses, pertemuan dan laporan, begitu juga dengan kongress BSM, telah berperan penting dalam membangun kegerakan BSM yang global, menetapkan visi bersama, mengembangkan nilai-nilai bersama, dan memfasilitasi jejaring global dari praktisi BSM dan para pemimpin kunci lainnya di dalam keseluruhan ekosistem BSM.11
BSM Global12 terus melayani. Kami ada untuk menyemangati kegerakan BSM global, dengan memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi antara empat konstituen utama kami, para pemimpin dari dunia bisnis, gereja, misi, dan akademisi. Keempat kelompok ini telah terlibat dalam tanki pemikir, di kongres BSM global, dalam berbagai konsultasi baik nasional maupun regional dan juga dalam laporan Tanki Pemikir

0 Comments

Leave a reply

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

Log in with your credentials

Forgot your details?