Berlapis Tiga

Oleh Mats Tunehag

Bisnis lebih dari sekedar menghasilkan uang, setidaknya seharusnya begitu. Menurut “Bapa Kapitalisme”, Adam Smith, Bisnis ada untuk melayani kesejahteraan orang banyak.

Sang pelopor komputer Dave Packard berkata bahwa :”Banyak orang berasumsi dengan salah, bahwa sebuah perusahaan ada hanya untuk menghasilkan uang. Walaupun ini adalah hasil yang penting dari keberadaan sebuah perusahaan, kita harus memandang lebih dalam dan mencari alasan utama dari keberadaan kita. Orang-orang berkumpul bersama dan membentuk perusahaan sehingga mereka dapat mencapai  sesuatu secara kolektif yang tidak dapat mereka capai sendirian – berkontribusi pada masyarakat.”

Dalam 12 – 18 bulan terakhir, kita telah menyaksikan dampak dari sebuah krisis ekonomi global. Daftar tujuh dosa sosial yang mematikan dari Mahatma Gandhi’s tampaknya adalah sebuah diagnosa yang akurat bagi beberapa penyebab krisis ini. Selama ini sudah terlalu banyak…

  1.    Politik tanpa prinsip
  2.    Kekayaan tanpa kerja
  3.    Bisnis tanpa moralitas
  4.    Kenikmatan tanpa nurani
  5.    Pengetahuan tanpa karakter
  6.    Ilmu tanpa kemanusiaan
  7.    Agama tanpa pengorbanan

Aktifis sosial Kristen Jim Wallis menulis tentang krisis ekonomi tersebut: “Bagaimanakah krisis ini akan mengubah kita? Bagaimanakah ini akan mengubah cara kita berpikir, bertindak, dan memutuskan sesuatu – bagaimana kita hidup, dan bagaimana kita berbisnis? Ya, ini adalah sebuah krisis struktural, yang jelas-jelas mengharuskan adanya aturan sosial yang baru. Tapi ini juga adalah sebuah krisis spiritual, yang mengharuskan adanya cara mengatur diri sendiri yang baru. Kita sepertinya telah kehilangan beberapa hal dan melupakan hal-hal lainnya — seperti nilai-nilai kita.”

Kita tidak bisa, dan tidak boleh, terus berasumsi dan menjalankan bisnis seperti biasa; begitu pula dengan cara ekstrim menurut Wall Street, atau juga dengan cara rekayasa sosial, perencanaan yang terpusat.

Bisnis memiliki banyak sisi. Bisnis adalah tentang keuntungan dan nilai, tentang penciptaan kekayaan dan kepentingan sosial, tentang produk yang bernilai tambah dan pelayanan dan perawat alam (?), tentang pasar dan perhatian kepada orang. Tapi Bisnis sebagai Misi / BSM (Business as Mission, BAM), adalah sesuatu yang lebih dari sekedar kewajiban sosial perusahaan saja, itu lebih dari sekedar menciptakan lapangan kerja dan semangat kewirausahaan. BSM adalah tentang menjadi seorang pengikut Yesus di dunia kerja. Perusahaan BSM juga ingin melihat Kristus dinyatakan dan Allah dimuliakan diantara semua orang dan bangsa.

Karena Bisnis Sebagai Misi bersandar pada tiga mandat yang berbeda di Alkitab:

  1. Mandat Penciptaan adalah untuk “mengolah, merawat, mengurus, memperbanyak, mengerjakan, menjadi makmur”. Ini adalah tentang menjadi kreatif, menciptakan hal-hal yang baik bagi diri kita sendiri dan orang lain – baik dalam dan melalui bisnis tersebut. Ini juga berarti menjadi pengurus yang baik bagi talenta, sumber daya, dan panggilan kita, dan juga memperhatikan segala ciptaan dan manusia. Ini juga berarti mengakui dan mengukuhkan karunia dan panggilan sebagai seorang wirausaha.

 

  1.      Mandat Perintah Terutama adalah untuk “mengasihi orang lain seperti dirimu sendiri”. Kita tahu bahwa bisnis dapat dan seharusnya melayani orang dan memenuhi berbagai kebutuhan. Misalnya : pengangguran adalah penyebab utama dari gizi buruk dan kelaparan, tunawisma, penyakit dan akses yang terbatas terhadap pelayanan medis, begitu juga dengan hutang dan kejahatan. Menyediakan pekerjaan bagi orang-orang akan mengurangi dan mencegah kondisi-kondisi  mengerikan tersebut.
  2.      Mandat Amanat Agung adalah untuk “menjadikan semua bangsa murid”. Sebagai pengikut Yesus kita memiliki sebuah misi global– kepada semua orang. BSM memiliki sebuah misi global. Unsur B dan M dalam BSM adalah hal yang serius: bisnis sejati dan misi yang khusus, terutama bagi area dengan kebutuhan spiritual, ekonomi dan sosial yang mendesak. Perusahaan-perusahaan BSM ingin melihat Kristus dinyatakan dan Allah dimuliakan, didalam dan melalui bisnis, diantara semua orang dan bangsa.

Ketiga mandat ini harus menjadi pertimbangan utama saat kita merencanakan dan menjalankan perusahaan BSM. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah ketiga hal tersebut menjadi konteks yang darinya kita terus menerus mengevaluasi misi BSM kita. Kita harus mewaspadai risiko dari misi yang melenceng. Seseorang bisa saja memulai dengan harapan yang tinggi dan ambisi untuk ketiga mandat tersebut, tapi akhirnya hanya menjalankan bisnis berbasis CSR (Corporate Social Responsibility), hanya memenuhi mandat penciptaan dan mandat amanat agung. Terlepas dari seberapapun baiknya hal tersebut bagi berbagai pemangku kepentingan, bagaimanapun juga itu adalah sebuah kekurangan. Kontribusi dan tanggung jawab kita yang unik sebagai anggota BSM bersandar pada mandat tiga lapis.

Hanya menjalankan bisnis untuk memaksimalkan keuntungan juga adalah bentuk dari misi yang melenceng. Pemahaman yang terbatas dan praktek bisnis demikianlah yang berkontribusi terhadap resesi global. Pengamatan Mahatma Gandhi menjadi penting saat kita mengusahakan kesejahteraan masyarakat. Akhirnya, sebagai orang Kristen di dunia kerja, kita berjuang untuk menjalankan bisnis seperti bagi Tuhan, mempertanggungjawabkan segala sesuatu kepadaNya dan kepada sesama pengikut Yesus.

********************************************************************************************************************

 

Mats Tunehag, melayani bersama:

Lausanne: Senior Associate dari Business as Mission

World Evangelical Alliance Mission Commission: Rekan dari Business as Mission

Ibex: Sebuah perusahaan manajer investasi global yang didasarkan pada nilai-nilai Kekristenan yang menolong bisnis ukuran kecil dan menengah untuk bertumbuh dalam ukuran dan dampak menyeluruh di kawasan Arab dan Asia, dengan menyediakan modal finansial, intelektual dan sumber daya manusia.

Email: MatsTunehag@bredband.net

Bio: www.lausanne.org/issue-business-as-mission/mats-tunehag.html

0 Comments

Leave a reply

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

Log in with your credentials

Forgot your details?